JELAMBAR AQUATIC LIFE
 
       
  PENYAKIT PADA IKAN HIAS
[ kembali ]  
 
Disebabkan oleh Virus (viral) :
 
 
1. Lymphocystis
Lymphocystis menyerang bagian kulit dari ikan dan merubah sel-sel daripada selaput lendir. Lymphocystis berkembang ratusan kali lipat, oleh karena peningkatan itu maka gejala penyakit ini dapat dilihat dengan mata telanjang, pada saat ini sel akan berukuran 1 mm, dan akan terlihat seperti telur-telur kecil (putih) yang melekat pada kulit. Sel-sel tersebut akan tumbuh karena mereka dipaksa untuk memproduksi virus, yang pada akhirnya sel ini akan pecah dan menyebarkan jutaan virus pada air. Virus ini akan berenang-renang pada air dan akan berkembang pada ikan lainnya. Pada awalnya penyakit ini akan terlihat menyerang tepian sirip, dan kemudian berkembang dan menyerang bagian tubuh.
 
     
 
2. Carp pox
Cacar pada ikan jenis karper (carp) ini biasa nya terjadi pada musim semi, dan biasanya menyerang ikan koi. Cacar ini tidak sepenuhnya merupakan cacar, tetapi merupakan wabah dari penyakit herpes yang tidak menular ke manusia. Ikan yang terkena penyakit ini akan terlihat bentuk bulat / oval pucat / berwarna merah muda dengan ukuran antara 5 sampai 10 mm pada permukaan tubuh ikan. Kadang, setelah beberapa bulan mengalami penyakit ini, ikan akan tampak tidak terlalu menderita. Kulit ikan akan menjadi tipis, tindakan untuk menyehatkan perlu dilakukan kemudian. Perlu di waspadai sisa bibit penyakit yang masih tersembunyi, karena ada kemungkinan akan menyerang kembali apabila ikan dalam kondisi lemah. Penyakit ini terjadi pada musim semi karena biasanya ikan akan menjadi lemah setelah melalui musin dingin.
 
     
 
3. Spring Virosis
Spring Virosis pada ikan jenis karper (carp) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus, dan merupakan penyakit akut. Virus ini dapat timbul pada suatu kolam karena adanya ikan baru yang diperkenalkan yang sudah teinfeksi. Jika ikan dapat bertahan, ikan tersebut akan menjadi memiliki daya tahan (imun) pada virus ini. Tetapi ikan akan menjadi pembawa sisa-sisa virus selama hidupnya. Penyakit ini tidak akan berjangkit pada suhu di atas 20 derajat C (68F), dan virus akan aktif pada suhu rendah. Virus ini masuk ke aliran sirkulasi darah ikan melalui insang / gigitan organisme lain seperti lintah / kutu. Gejala penyakit ini, pada tahapan awal, ikan akan terlihat berenang mendekati aliran air yang keluar melalui filter. Ikan akan mulai berenang tidak terkontrol dan kesulitan menjaga keseimbangan. Kemudian ikan akan terlihat memiliki luka berdarah pada kulit, insang dan dasar sirip. Pada tahapan akhir tubuh ikan akan terlihat membengkak, mata akan menonjol keluar (pop-eye), anus akan terlihat penuh dan menonjol, dan ikan akan menghasilkan lendir berlebih. Pada tahapan ini ikan akan sulit untuk bertahan hidup dan tak tertolong.
 
     
 
4. Dropsy of Carps
Penyakit ini mempunyai gejala yang sama dengan Spring virosis, dan bisa merupakan tahapan lanjut dari Spring virosis. Sama seperti ikan-ikan yang akuarium, penyakit dengan gejala seperti ini dapat juga disebabkan oleh infeksi bakteri, oleh karena itu penyakit dengan gejala perut membengkak, mata menonjol, anus terlihat penuh, tidak dapat dilihat dari satu penyebab. Penyakit ini disebabkan karena kegagalan dari fungsi ginjal ikan yang tidak dapat mensekresikan cairan, cairan akan berdifusi ke dalam jaringan dan rongga tubuh, yang akan membuat tubuh menggembung (bengkak). Ikan yang terinfeksi biasanya sulit untuk ditolong.
 
     
     
 
 
           
© Jelambar Aquatic Life