JELAMBAR AQUATIC LIFE
   
       
           
  STURISOMA PANAMENSE "Sang Helikopter"
 
 


Sturisoma Panamense merupakan salah satu jenis sucker mouth catfish yang masuk keluarga Loricariidae. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh seperti ikan sapu-sapu pada umumnya, perbedaannya terletak pada bentuk tubuh belakang yang semakin memipih sampai ke ekor sehingga menyerupai ranting (twig), pada ujung atas dan bawah sirip ekornya memanjang membentuk cambuk (whip), dan pada bentuk ujung kepalanya yang meruncing, sehingga ikan ini mempunyai sebutan lain Twig Catfish atau Whiptail Catfish. Gayanya yang elegan pada saat berdiam diri di atas kayu atau bebatuan, dengan sirip punggung tegak membuat ikan ini disebut juga Royal (Regal) Twig Catfish atau Royal (Regal) Whiptail Catfish. (gbr.1)

Sebagian orang menamakannya Royal Farlowella Acus, akan tetapi sebenarnya ada beberapa perbedaan antara Sturisoma Panamense ini dengan Farlowella Acus, dimana jika kita melihat secara fisik, Farlowella Acus akan terlihat mempunyai bentuk tubuh yang lebih tipis hampir menyerupai ranting dengan ujung kepalanya yang lebih runcing dibandingkan dengan Sturisoma Panamense (gbr.2). Pada perut bagian bawah Sturisoma berwarna putih berbintik hitam, sedangkan Farlowella berwarna keemasan dan berbentuk kotak-kotak. Begitu juga dalam beberapa referensi perikanan, penulisan Sturisoma Panamense dilengkapi dengan atribut penulisan Eigenmann & Eigenmann, 1889 yang merupakan nama penemu dan tahun penemuan pertama kali, sedangkan untuk Farlowella Acus dengan atribut penulisan Kner, 1853. Selain itu daerah asal sturisoma adalah Panama, sedangkan Farlowella Acus adalah Caracas, Venezuela. Dan dikarenakan Sturisoma ini masuk keluarga Loricariidae, maka dinamakan juga Loricaria Panamensis, dimana kata Panamense ini berasal dari nama negara asalnya Panama.

 
           
 
 
 
gbr.1 - Sturisoma Panamense
gbr.2 - Farlowella Acus
 
           
 

Seiring dengan perkembangan dunia ikan hias eksotik di tanah air, Sturisoma Panamense kian dikenal dikalangan para hobis. Awalnya ikan ini diimpor oleh para importir ikan hias, tetapi belakangan ini sudah mulai ada dan banyak breeder yang dapat menternakannya (lokal).

Para penjual, untuk memudahkan penyebutan biasanya menyebut ikan yang berasal dari Panama ini dengan sebutan “Sapu-sapu Helikopter”. Di pasar ikan hias pada umumnya ikan ini dijual dengan ukuran kurang lebih (dari ujung kepala sampai dengan ekor) 5-6 cm, dimana ukuran dewasanya dapat mencapai 15 cm.  Di alam (habitat aslinya) Sturisoma Panamense dapat tumbuh lebih besar lagi.

Sturisoma Panamense lebih menyukai kondisi air yang tidak terlalu asam dengan pH berkisar antara 6,5 – 7,2, dan ikan ini juga menyukai kondisi air yang jernih (terfiltrasi dengan baik) dengan kekerasan sekitar 6-12, dan suhu air 22-28 C, serta kadar amonia yang rendah.

Sturisoma Panamense merupakan ikan pemakan lumut, walaupun demikian Sturisoma akan memakan makanan ikan apapun yang diberikan. Ikan ini cenderung memakan makanannya di dasar akuarium (bottom feeder), oleh karena itu sebaiknya pakan untuk Sturisoma adalah pakan ikan yang dapat tenggelam. Dalam keseharian ikan ini dapat diberikan sayur-sayuran seperti bayam dan zucchini yang telah dipotong-potong sebagai makanannya (gbr.3)

 
       
 
   
 
gbr.3 - Sekumpulan Sturisoma sedang memakan zuchini yang telah dipotong-potong.
 
           
 

Dalam memelihara ikan ini jangan lupa untuk menempatkan kayu-kayuan untuk tempatnya “bertengger” berdiam diri, dan memberi ruang yang cukup untuknya agar dapat bergerak, karena Sturisoma mempunyai bentuk tubuh yang panjang dan tidak terlalu fleksibel. Selain itu Sturisoma merupakan ikan komunitas, yang dapat dicampur dengan ikan hias lainnya, dan sebaiknya tidak dipelihara dengan ikan yang gemar menggigit atau mengusik sirip ikan ini dan ikan pemakan ikan yang lebih besar darinya.

Sturisoma Panamense hidup berkelompok, walaupun sifat sosial antar sesama jenisnya kurang baik. Terkadang akan terlihat ikan ini bersaing dengan sesama jenisnya dalam memperoleh makanan. Sturisoma akan menggerak-gerakan ekornya yang menyerupai cambuk untuk mengusir pengganggunya.

Dari pengalaman penulis, warna ikan ini akan jauh lebih nyata (tidak pudar atau pucat) dan cantik apabila lingkungannya tidak terlalu terang, hal ini bukan berarti tidak boleh ada pencahayaan sama sekali, maksudnya disini dibuatkan suasana yang lebih teduh, misalnya dengan menempatkan tanaman-tanaman air yang tinggi dan mempunyai daun yang lebar sehingga ada beberapa area yang tidak terkena cahaya langsung (lebih teduh). Pasir atau bebatuan didasar (gravel), sebaiknya dipilih gravel yang tidak terlalu cerah warnanya. Hal ini dapat membuat Sturisoma menyesuaikan warnanya secara alami dan tidak langsung dengan warna sekitarnya, sehingga Sturisoma akan terlihat pucat dan kurang menarik. Sebagian sumber menyebutkan bahwa semakin besar (tua) ikan ini akan memiliki warna yang semakin nyata.

 
 

Untuk dapat membedakan Sturisoma jantan dan betinanya akan lebih mudah pada saat dewasa dengan ukuran +/- 10-12cm. dimana Sturisoma jantan akan tumbuh dan memiliki kumpulan rambut pendek yang menyerupai kumis pada sisi kiri dan kanan mulutnya (gbr.4).

Dari pengalaman penulis, semakin bertambahnya usia ikan ini, pada bagian perut bawah akan semakin terlihat guratan-guratan sisik, yang secara selintas akan terlihat menyerupai “keriput”.

Pada masa suburnya, Sturisoma akan menghasilkan banyak telur, dimana sang jantan akan menjaga telur-telur tersebut sampai dengan menetas. Biasanya telur-telur ini berjumlah puluhan dan menempel pada dinding akuarium, yang akan menetas dalam 5 sampai 6 hari. Telurnya berbentuk bulat transparan yang makin lama akan makin terlihat menghitam (berisi), hal ini dikarenakan tumbuhnya embrio (gbr.5).

Meskipun Sturisoma ini mudah dipelihara dan mudah bertelur, kesulitan akan timbul pada saat telur-telur ini sudah menetas. Biasanya anak ikan Sturisoma akan kesulitan dalam memperoleh makanan, karena anak Sturisoma lebih cenderung menunggu makanan yang datang menghampirinya atau memakan makanan yang hanya ada atau dekat dengannya. Selain itu faktor amonia menjadi kendala berikutnya, karena anak Sturisoma ini sensitif dengan kandungan amonia dalam air. Setelah menetas, anak Sturisoma mempunyai bentuk yang mirip (duplikat) dewasanya.

 
       
gbr.4 - Sturisoma Jantan
 
         
 
   gbr. 5 - Telur Sturisoma
       
           
 

Fendy Surya Lukito
 
 
( Dimuat pada Majalah Ikan Hias Indonesia "D'Fishes" Edisi No.15 bulan Januari 2009 )
 
           
           
© Jelambar Aquatic Life