JELAMBAR AQUATIC LIFE
   
       
           
  RINELORICARIA PARVA "Catfish Berekor Cambuk "
 
 


Rineloricaria (Loricaria) Parva merupakan salah satu jenis sucker mouth catfish yang masuk keluarga Loricariidae. Ada banyak jenis dari Rineloricaria, tetapi yang paling umum dan sering ditemui adalah jenis Rineloricaria Parva (Boulenger, 1895). Rineloricaria memiliki bentuk tubuh seperti ikan sapu-sapu dengan bentuk tubuh belakang yang semakin memipih sampai ke ekor sehingga menyerupai ranting (Twig). Berbeda dengan salah satu kerabatnya, yakni Sturisoma Panamense, Rineloricaria Parva memiliki sirip lebih cenderung melebar dan membulat, dengan bentuk kepala yang juga membulat tidak meruncing (gbr.1).

 
     
 
 
 
gbr.1 - Rineloricaria Parva (foto credit hosted by Planet Catfish)
 
     
 
Selain itu Rineloricaria ini mempunyai kerabat yang mirip dengannya, yakni Rineloricaria Fallax (Steindachner, 1915) (gbr.2), tetapi jika diperhatikan dengan seksama terdapat perbedaan pada corak warna dan pada bentuk tubuhnya. Rineloricaria Parva dan Fallax sama-sama memiliki warna tubuh yang mirip dengan corak loreng vertikal berwarna kehitaman, yang membedakan adalah Rineloricaria Fallax memiliki corak loreng hanya dari bagian tubuh belakang sampai dengan pangkal ekor, sedangkan Rineloricaria Parva memiliki loreng dari bagian kepala sampai dengan pangkal ekor. Warna pada Rineloricaria akan terlihat lebih jelas ketika sudah berukuran 4 - 5 cm sampai dengan dewasa, dimana menurut pengalaman penulis warnanya akan semakin tidak jelas (memudar) jika sudah berukuran besar, +/- 12 cm. Perbedaan berikutnya adalah pada bentuk tubuhnya, dimana Rineloricaria Fallax mempunyai bentuk yang cenderung melebar, sedangkan Rineloricaria Parva lebih pipih.
 
       
 
 
 
gbr.2 - Rineloricaria Fallax (foto credit hosted by Planet Catfish)
 
           
 

Ikan yang berasal dari daerah selatan amerika ini memiliki sebutan common whiptail catfish karena diantara para whiptail catfish, Rineloricaria lebih sering ditemui dan umum, berbeda dengan Sturisoma Panamense yang mempunyai bentuk tubuh lebih eksotik. Whiptail catfish dimaksud disini adalah jenis catfish yang memiliki bagian tubuh belakang yang memanjang menyerupai ranting sampai ke ekor, yang dapat digerakan seperti cambuk. Beberapa sumber menyebut ikan ini dengan sebutan yang lebih pendek yakni, Loricaria Parva.

Walaupun memiliki sebutan common whiptail catfish, ikan jenis ini jarang ditemui di pasar ikan hias Indonesia dibandingkan dengan kerabatnya yang lebih dahulu sudah dikenal yakni Sturisoma Panamense “Sang Helikopter”. Biasanya Rineloricaria Parva yang ditemui di pasar ikan hias berasal dari tangkapan alam yang diimpor langsung oleh para importir ikan hias Indonesia. Hal ini bukan berarti Rineloricaria Parva tidak dapat dikembangbiakan di Indonesia, beberapa breeder ikan hias Indonesia sudah mulai dapat menternakannya.

Rineloricaria Parva menyukai lingkungan yang tidak terlalu terang, dan banyak tempat bersembunyi. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kayu-kayu berlorong atau potongan bambu dalam akuarium. Walaupun ikan ini jarang beraktifitas (pasif) jika keadaan lingkungannya terang, Rineloricaria cocok dan akan tampil menarik jika ditempatkan dalam suatu akuarium bertemakan aquascape. Terkadang akan terlihat ikan ini berkamuflase pada permukaan pasir dasar (gravel). Pada kondisi lingkungan yang terang warna Rineloricaria ini akan memudar dan pucat oleh karena itu sebaiknya diberikan tanaman air yang cukup tinggi dan berdaun lebar sehingga dapat mengurangi cahaya yang masuk (lebih teduh). Dalam memelihara ikan ini jangan lupa untuk memberi ruang yang cukup untuknya agar dapat bergerak, karena Rineloricaria mempunyai bentuk tubuh yang panjang dan tidak fleksibel. Rineloricaria Parva menyukai kondisi air yang tidak terlalu asam dengan pH berkisar antara 6,5 – 7,3, dengan kekerasan sekitar 5 - 12, dan suhu air 22-28 C.

Rineloricaria Parva merupakan ikan penghuni dasar akuarium yang dalam kesehariannya memakan lumut, walaupun demikian Rineloricaria akan memakan makanan ikan apapun yang diberikan yang jatuh ke dasar akuarium. Oleh karena itu sebaiknya pakan untuk Rineloricaria adalah pakan ikan yang dapat tenggelam. Rineloricaria dapat juga diberikan sayur-sayuran seperti buncis dan zucchini yang telah dipotong-potong sebagai tambahan menu makanannya. Perlu diketahui bahwa Rineloricaria ini sulit untuk mengerem kebiasaan makannya, oleh karena itu jika terlalu sering diberikan makanan, perut ikan ini akan semakin membesar, yang tentunya akan dapat membahayakan kelangsungan hidup si Rineloricaria sendiri.

Rineloricaria Parva hidup berkelompok, walaupun demikian sifat sosial antar sesama jenisnya kurang baik. Terkadang akan terlihat ikan ini bersaing dengan sesama jenisnya dalam memperoleh makanan.
 
       
 

 

   
 
 
Untuk dapat membedakan Rineloricaria Parva jantan dan betinanya akan lebih mudah pada saat dewasa dengan ukuran +/- 10-12 cm. dimana Rineloricaria Parva jantan akan tumbuh dan memiliki rambut pendek yang menyerupai kumis pada sisi kiri dan kanan mulutnya dan juga rambut halus pada sirip-sirip pektoralnya (gbr.3). Dari pengalaman penulis, semakin bertambahnya usia ikan ini, warnya akan semakin memudar.
 
     
     
     
     
     
     
     
 
gbr.3 - Rineloricaria Parva Jantan (foto credit by Aqua Articles)
 
 
       
 
           
 

Pada masa suburnya, Rineloricaria Parva akan menghasilkan banyak telur, dimana sang jantan akan menyiapkan tempat bertelur dan menjaga telur-telur tersebut sampai dengan menetas (gbr.4). Rineloricaria Parva lebih cenderung menempatkan telur-telurnya pada permukaan dasar akuarium atau tempat-tempat berlorong pada dasar akuarium daripada menempelkannya ke dinding akuarium, yang akan menetas dalam jangka waktu 5 sampai 6 hari. Telurnya berbentuk bulat transparan berwarna hijau lumut (gbr.5) yang makin lama akan makin terlihat menghitam (berisi), hal ini dikarenakan tumbuhnya embrio. Tetapi perlu diketahui bahwa Rineloricaria memiliki perilaku memakan telur mereka, oleh karena itu setelah bertelur sebaiknya hindarkan dari perubahan keadaan lingkungannya secara mendadak atau memindahkan tempat atau benda-benda disekitarnya.

 
           
 
 
 
gbr.4 - Rineloricaria Parva menjaga telurnya
gbr.5 - Telur Rineloricaria Parva
 
           
 

Rineloricaria ini mudah dipelihara dan mudah bertelur, tetapi karena ada perilaku memakan telur mereka sendiri, biasanya jumlah telur akan semakin berkurang dari hari kehari, hingga yang menetas nantinya hanya berjumlah beberapa ekor saja. Anak ikan Rineloricaria lebih mudah dipelihara karena mempunyai daya tahan yang lebih baik terhadap kondisi air dan dapat mencari makanan sendiri dibandingkan anak ikan dari kerabatnya Sturisoma Panamense. Setelah menetas, anak Rineloricaria mempunyai bentuk yang mirip (duplikat) dewasanya (gbr.6).

 
           
 
     
     
  gbr.6 - Rineloricaria Parva muda  
 
           
           
 

Fendy Surya Lukito
 
 
( Dimuat pada Majalah Ikan Hias Indonesia "D'Fishes" Edisi No.18 bulan April 2009 )
 
           
           
© Jelambar Aquatic Life