JELAMBAR AQUATIC LIFE
   
       
  PLECO DAN AQUASCAPE    
 
 

Jika kita berkunjung ke toko ikan hias dan melihat ikan sapu-sapu dengan bentuk dan warna yang unik tentunya kita akan tertarik dan berminat untuk membeli dan memeliharanya. Ikan ini dikenal dengan sebutan umum pleco, dimana terdapat banyak sekali jenis dari pleco ini, yang biasanya ditandai dengan huruf L dan sejumlah angka sebagai pengkodean jenisnya.

Melihat bentuk, karakter, serta warna dari pleco ini tentunya kita tertarik untuk memeliharanya dalam suatu akuarium yang bertema aquascape atau bertanaman air, yang tentunya akan menjadi pemandangan menarik, dan juga dikarenakan bentuk dan karakter nya seperti “ikan sapu-sapu” pada umumnya (common pleco) yang kita kenal sebagai pemakan lumut tentunya akan berguna untuk membersihkan lumut di akuarium.

Hal tersebut di atas belum tentu tepat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis pleco mana yang cocok dengan keadaan lingkungan akuarium kita. Pada dasarnya (dalam mengidentifikasi) jenis pleco dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok*, yakni kelompok pleco “pekerja” / pemakan lumut yang efektif, kelompok pemakan lumut yang kurang efektif, dan kelompok yag tidak cocok dengan kondisi akuarium yang bertanaman (aquascape) sama sekali.

Kelompok pleco “pekerja” / pemakan lumut yang efektif adalah pleco yang sangat baik dipelihara untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan lumut dalam akuarium. Pleco jenis ini sering kita temui pada habitat alamnya yang memang bertanaman air dan berarus tenang, berair hangat, dan terkadang dengan kadar oksigen yang rendah. Beberapa spesies yang termasuk kelompok ini adalah dari jenis Hypoptopomatinae, Loricariinae, dan Ancistrinae.

Yang termasuk kelompok jenis Hypoptopomatinae antara lain Otocinclus, Parotocinclus, Hypoptopoma, dan Microlepidogaster. Semua ikan-ikan ini memiliki ukuran yang kecil antara 5 – 7,5 cm. Otocinclus dan Parotocinclus memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan Hypoptopoma, dan Microlepidogaster. Ikan-ikan ini sangat suka memakan lumut dan jarang merusak atau memakan tanaman air dan juga menyukai hidup berkelompok, cocok dipelihara dalam suatu akuarium komunitas yang bertema aquascape.

 
           
 
  © fishbuy.com - Otocinclus
  © fishbase.de - Parotocinclus
 
 
  © practicalfishkeeping.co.uk - Hypoptopoma
  © pezcenter.com - Microlepidogaster
 
     
 

Yang termasuk kelompok jenis Loricariinae antara lain Farlowella, Sturisoma, Sturisomatichthys, Hemiloricaria dan Rineloricaria. Farlowella sangat efisien dalam memakan lumut dibandingkan dengan saudara-saudaranya dalam kelompok ini. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara ikan dari jenis Loricariinae ini, diantaranya, ikan ini sering kelaparan karena selain sifatnya yang tidak agresif dan tidak berkompetisi dalam memperebutkan makanan juga kebiasaannya yang menghabiskan “ransum” makanannya berupa lumut dengan cepat dan kemudian kehabisan “ransum” hingga mati kelaparan. Ikan-ikan dari kelompok ini memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih panjang dari jenis Hypoptopomatinae, dapat mencapai ukuran 12 cm atau lebih.

 
     
 
  © fishoutlet.com.au - Farlowella
  © aquaristik.de - Sturisoma
 
 
  © aquaforum.nl - Hemiloricaria
  © catfishworld.dk - Rineloricaria
 
     
 

Yang termasuk kelompok jenis Ancistrinae antara lain Ancistrus atau yang lebih dikenal dengan Bushynose plecos, Ancistrus ranunculus (L034), dan masih banyak lagi. Tetapi yang masih cocok dipelihara dalam akuarium bertema aquascape adalah Ancistrus (Bushynose plecos), mengingat keluarga Ancistrinae dapat mengganggu, merusak, dan memakan tanaman. Ancistrinae menyukai lingkungan yang berarus kuat, air yang dingin, dan kaya akan kandungan oksigen.

 
 
 
 
  © tropische_aquariumvissen_nl - Ancistrus
  © jjphoto.dk - Ancistrus ranunculus
 
     
 

Kelompok pemakan lumut yang kurang efektif adalah pleco yang bekerja hanya sedikit dalam membersihkan lumut. Yang termasuk kelompok ini antara lain Peckoltia, jenis Dwarf Panaque (seperti L204), Baryancistrus (Gold Nuggets), Pseudancanthicus berukuran kecil (seperti Cactus Pleco), Hypancistrus zebra, Magnum orange seam (L047), L128, L200, L235, Queen Arabesque (L260), dan Dekeyseria. Pada umumnya pleco kelompok ini cenderung karnivor dimana sesekali akan memakan lumut dalam menu makanannya, oleh karena itu perlu diberi tambahan makanan berupa cacing beku, udang, dan lainnya yang sejenis.

 
     
 
  © rainforest.com - Peckoltia
  © photobucket.com - Dwarf panaque
 
 
  © Ingo Seidel - Baryancistrus
  © piranha.info.com - Pseudacanthicus
 
 
  © tropicalfishkeeping.com - Hypancistrus
  © aquahobby.com - Magnum orange seam
 
 
  © seriouslyfish - Queen arabesque
  © diszhal.info - Dekeyseria
 
     
 

Kelompok yang tidak cocok dengan kondisi akuarium yang bertanaman / aquascape adalah pleco yang sangat tidak cocok dipelihara dalam suatu akuarium yang bertema aquascape. Hal ini dikarenakan pleco kelompok ini memiliki karakter memakan tanaman, menggali dasar, memiliki ukuran yang besar sehingga dapat menimpa tanaman yang pendek, dan yang memang tidak dapat tumbuh dengan baik di lingkungan bertanaman air. Yang termasuk kelompok ini antara lain hampir semua dari keluarga Hypostomus dan Glyptoperichthys (Sailfin Plecos) yang dapat tumbuh besar dan memakan tanaman, jenis Panaque berukuran besar seperti Panaque nigrolineatus, Planiloricaria dan Spatuloricaria yang mana suka menggali dan bersembunyi dipasir dasar akuarium (mengganggu dan merusak aquascape), dan jenis Acanthicus (Titan Plecos) seperti Scobinancistrus (L014) yang suka mem”buldozer” area yang akan dijadikan tempatnya berdiam, serta jenis Chaetostoma (Bulldog Plecos) seperti Parancistrus dan Lasiancistrus yang menyukai lingkungan yang hangat dan berarus deras yang tidak cocok untuk aquascape.

 
     
 
  © aquapetcenter - Hypostomus
  © atlas.portalpez.com - Glyptoperichthys
 
 
  © aziarko.pl - Panaque nigrolineatus
  © planetcatfish - Planiloricaria
 
 
  © planetcatfish - Spatuloricaria
  © aquaworld-netfirms.com - Acanthicus
 
 
  © planetcatfish - Scobinancistrus
  © planetcatfish - Chaetostoma
 
 
  © planetcatfish - Parancistrus
  © planetcatfish - Lasiancistrus
 
     
 

Masing-masing pleco memiliki bentuk, warna tubuh dan sifat yang berbeda-beda, jadi dalam membeli pleco pilihlah yang sesuai dengan kondisi lingkungan (tema) akuarium kita, apakah itu aquascape, biotope, ataupun polos (tanpa dekor) agar  pleco dapat tumbuh dengan baik dan tidak merusak aquascape yang telah kita tata.

Selain hal-hal tersebut di atas, masih ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam memelihara pleco, diantaranya adalah sebagai berikut:

Beberapa jenis pleco dapat tumbuh (memiliki ukuran) besar sehingga perlu diperhatikan ukuran wadah (tempat) untuk memeliharanya. Kelompok jenis pleco ini tidak disarankan dipelihara dalam suatu akuarium aquascape karena dapat memporakporandakan tataan aquascape yang telah ada.

Pleco dari kelompok pemakan lumut yang kurang efektif dan yang non-aquascape umumnya menghasilkan kotoran yang berukuran besar dan banyak sehingga diperlukan filtrasi yang baik terlebih pada akuarium polos yang tidak terdapat proses daur ulang / pembusukan oleh bakteri pengurai, dan juga dibutuhkan penggantian air yang cukup rutin guna menghindarkan penumpukan amonia.

Pleco pada umumnya memiliki sifat agresif terhadap jenisnya sendiri dan teritorial, tetapi untuk pleco dari kelompok pemakan lumut yang kurang efektif dan yang non-aquascape sifat agresif ini lebih kentara, oleh karena itu disarankan tidak memelihara banyak pleco dari kelompok ini dalam satu wadah dan sesuaikan dengan ukuran luas wadahnya. Pleco dewasa lebih cenderung agresif dan teritorial dibandingkan dengan yang masih muda (berukuran kecil). Hindarkan memelihara pleco berukuran besar dengan pleco berukuran kecil dalam satu wadah.

Pada saat kita baru mengenalkan pleco ke akuarium atau kolam yang berlumut, pleco tersebut akan dengan cepat menghabiskan lumut yang ada, setelah itu mereka akan segera kehabisan “ransum” makanan. Oleh karena itu untuk kelompok pleco “pekerja” yang aktif memakan lumut harus diberi tambahan makanan “vegetarian” seperti timun, zucchini, daun selada, dan lain yang sejenis, sedangkan untuk kelompok yang tidak aktif memakan lumut dapat diberi tambahan makanan berupa cacing beku, dan lain yang sejenis.

Beberapa jenis pleco malas berkompetisi memperebutkan makanan, mereka hanya memakan makanan yang mereka temui saja. Oleh karena itu perlu dijaga ketersediaan makanan untuk mereka, jangan sampai kehabisan dimakan ikan lain yang jauh lebih agresif.

Pleco muda sangat rentan terserang penyakit dan kelaparan. Umumnya penyakit yang kita temui berkaitan dengan makanan yang dimakannya, seperti perut membesar yang disebabkan karena terlalu banyak makan ataupun karena kualitas makanannya yang jelek, dan ada juga kondisi dimana perut cekung kedalam yang menandakan ikan ini kekurangan makanan.

Hindari perubahan mendadak yang cukup ekstrim terhadap lingkungannya seperti suhu, ph, dan gh, karena hal ini akan mengakibatkan pleco stres dan mudah terserang penyakit terutama bagi pleco muda.

Beberapa jenis pleco membutuhkan kadar oksigen yang tinggi dimana beberapa jenis pleco lainnya dapat hidup dalam air dengan kadar oksigen yang rendah.

Beberapa jenis pleco membutuhkan kayu-kayuan kecuali bagi jenis yang memang hidup diantara tetanaman air pada habitat asli alamnya. Terlepas dari makanan yang dimakan pleco pada umumnya, terkadang pleco akan mengikis dan memakan kayu-kayu yang tersedia sebagai variasi menu makanannya. Selain itu kayu-kayuan tersebut akan digunakan untuk tempat nya ber”tenggger” dan bersembunyi.

Beberapa jenis pleco ada yang beraktifitas dan mencari makanan pada malam hari (nocturnal) ada juga yang beraktifitas dan mencari makanan pada siang hari.

Hampir semua jenis pleco sensitif terhadap obat ikan, oleh karena itu dalam memberikan obat apabila pleco atau ikan lain yang sewadah sedang sakit janganlah berlebihan, gunakan sesuai dosis, dan jangan menggunakan obat yang masuk kategori “keras”.

 
     
     
 

Fendy Surya Lukito
 
     
* Shane Linder, Planet Catfish
 
           
 
 
           
© Jelambar Aquatic Life